Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi Rasa Malu Yang Membuat Tak Lagi Mengulanginya

Puisi ini menggambarkan hati seseorang yang dengan perasaan dan meninggalkan logikanya. Untuk memberanikan diri dalam hal menghubungi dan memberikan perhatian dan hatinya untuk sebuah ketulusan rasa suka dan kasih.

Maka puisi ini aku persembahkan untukmu yang tertolak, namun dengan berani untuk tidak memaksakan kehendak. Selamat menikmati.

Puisi Rasa Malu Yang Membuat Tak Lagi Mengulanginya


1. Wajah yang terseret ke aspal

Sembari wajahmu datang menghampiri

Rasa ingin sekali menghubungi

Tidak pernah ku rasakan rasa di hati yang seperti ini

Dalam diamku biasanya aku akan sangat menjaga gengsi


Tapi untukmu aku menggila dan memberanikan diri

Memberikan sebuah perhatian dengan harapan

Tapi aku rasa, aku yang bodoh berharap pada manusia

Namun yang ku terima adalah penolakan


Entah kenapa, aku rasa egoku naik 1000X lipat

Ketika ku sampaikan rasa yang ada dihatiku

Namun tanpa respon bahkan penolakkan

Aku terdiam dalam malu, berkata pada diri sendiri


Aku bodoh, jangan mengulangi lagi

Dia tidak tertarik padamu

Dia hanya ingin pada saat dia ada perlu

Maka saat ini, dalam malu

Berusaha menutupi itu


Aku harus kembali ke ego yang dulu

Akan jauh lebih mudah bagiku

Maka waktu ini, hilangku

Aku tahu kau tidak peduli


Jadi itu suatu kekuatan untukku

Melanjutkan kehidupan, melupakan bayangmu 

Yang mengganggu


Aku harap jangan datang, karena saat kamu datang

Aku takut, ada rasa sakit lagi


2. Perhatian yang sia-sia buat malu

Lebih menjengkelkan lagi dan sangat memalukan

Bila hal ini terjadi lagi, perhatian yang tanpa respon

Aku tidak berharap respon atau tanggapan

Yang ku lihat adalah diriku sendiri


Bodoh mau terjebak dalam rasa yang tidak baik ini

Membuatku tidak tenang, terlalu rendah bahkan dianggap sampah mungkin

Tidak akan ada lagi yang ku harapkan

Bahkan maaf jika aku tidak sehangat dulu


Karena aku takut, hadir rasa benci karena sikapmu dan sikapku 

Tapi kini ku sadar satu hal tentang diriku

Ego ku sangatlah tinggi

Hanya bisa memperbaiki diri dan lebih berhati-hati


Menjaga hati, sampai menemukan

Belehan hati

Yang mau selalu bersama

Sampai kehidupan dalam kematian memisahkan


3. Memulihkan diri yang lelah

Bukan sesuatu yang gampang

Jika aku bisa memberikan perhatian

Tapi aku rasa, cukuplah perhatianku

Tanpa ucapan dan dalam ketulusan


Tidak perlu ditunjuk-tunjukkan

Hanya kebodohan diri sendiri yang kutemukan

Tidak ada yang lain

Maka inilah waktuku memulihkan tenagaku 

Yang terbuang karena pemikiran yang sia-sia


Tidak ada yang lebih baik

Menyampaikan isi hati melalui puisiku ini

Tidak ada yang dapatku lakukan


Selain mengoreskan tinta pada kertas

Menuliskan setiap karangan certita melalui puisi

Dan mengungkapkan isi hati, hati yang dipenuhi

Pembicaraan yang tidak terunggkapkan


Maka kawanku, mari bangkit

Berhenti manjadi bodoh

Untuk memberikan perhatian

Kepada seseorang yang sebenarnya 

Tidak berharap kehadiranmu


Pergilah perlahan, lakukan yang dulu 

Jadilah lebih baik dengan karyamu

Dilakukan ketika sendiri dalam sepi

Tanpanya kamu tetaplah dirimu sendiri 

Maka mari kita melangkah dalam sepi

Untuk mencapai mimpi


Agar nanti yang benar-benar menginginkanmu 

Berkata, aku beruntung bersamamu


Baca Juga: Puisi-puisi ini untukmu yang ada di dalam ketidakpastian


Terimakasih sudah membaca puisi yang telah saya karang ini semoga memberikan pengertian dalam sepimu ketika kamu memikirkan dirimu yang tertolak berkali-kali. Tetap jaga hati dan bersemangatlah, selamat menikmati harimu saya Agung Raditia. Dan daahhhhhhhhhhhhhh salam puisi dari hati yang merasa sangat malu, karena ego diri yang tidak bisa menerima.