Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi Puisi Motivasi Hidup Dalam Perjuangan Ada Rasa Lelah

raditiacerpen.com_Jika tidak lelah, maka kehidupan ini tidak akan ada rasa bahagia, bahkan tidak ada yang namanya karya sastra. Jika tidak ada rasa lelah pada saat berjuang. Mungkin puisi indah seperti yang sedang Anda baca sekarang tidak akan pernah terukir dan dinikmati.

Maka mari bersama kita sadari kehidupan, kenali dan terima sebagaimana setiap perjuang kita tidak kan berjalan mulus seperti yang kita impi-impikan. Namun sebuah keyakinan akan kenikmata dari buah setiap tetes air mata karena perjuangan ini, akan kita nikmati pada saatnya nanti.

Maka saya hanya bisa menulis bersabarlah, teruslah melakukan apa yang berguna bagi diri dan sesama. Maka untuk kamu yang sedang berjuang, saya juga sedang berjuang. Berjalan terus bejalan. Jika perjuangan saat ini usai. Maka aka nada lembaran baru yang menanti untuk diperjuangkan.

Maka inilah puisi motivasi dari saya, semoga dengan membaca puisi ini, semangatmu naik 0,8% saja, itu merupakan suatu pencapaian yang bagus menurutku. Sebagai penulis amatir yang mulai menulis karena pandemic covid-19.

Selamat membaca:

Puisi-puisi Motivasi Hidup Dalam Perjuangan Ada Rasa Lelah

1. Lama tidak beristirahat

Memulai hal baru, meninggalkan kebiasaan lama

Hari yang dipenuhi kejutan, bahkan rasa untuk bertahan

Bukan perkara yang mudah, untuk dapat terus berjalan

Terus memusatkan pikiran, hati yang harus diperkuat


Sendiri disini, dalam sepi dan alunan music barat

Melakukan yang sudah dimulai, dengan keyakinan

Menempuh lika-liku ketidakpastian dan kepuasan

Aku berpuisi untuk ungkapan hati, hati yang lelah


Jujur terkadang berteriak sekuat tenaga

Lama tidak beristirahat, sadar bahwa waktu istirahat

Adalah masa kecil, masa dimana belum mengerti

Apa itu kehidupan? Belum mengerti dan hanya tertawa

Sejenak teringat kembali, mungkin memang butuh beristirahat



2. Jalan yang berbatu

Tidak ada yang mulus, ketika mulai berpetualang

Meninggalkan zona nyaman yang mematikan

Perlu air mata dan luka yang pedih

Terjatuh berkali-kali, namun tetap bangkit


Karena bagiku lebih baik, berkelana

Dari pada diam dalam kebohongan

Kenikmatan palsu, karena kini

Sadar jalan berbatu, itulah kenikmatan hidup


Dengan sayap-sayap yang lemah, terbang rendah

Perlahan, mengarungi, jalan berlembah, batu yang tajam

Menancap kuat dalam daging yang terluka

Tersungkur karena lelah, namun tetap bertekat kuat


Berbatu merupakan pembentukan

Ini merupakan jalan untuk sebuah kehidupan

Sejati, tidak terhendarkan karena sangat baik

Untuk melatih mental dan fisik

walau harus menarik napas dalam lalu mengeluarkannya


3. Lembah yang gelap

Bisa dibayangkan, jika mata hari terbenam

Dan kita masih berada dilembah yang cukup dalam

Gelap gulita, akan menghampiri kita

Gelap yang teramat sangat


Seringkali ketika berjuang untuk kehidupan

Kita menikmati lembah ini

Merasakan gelapnya perjalanan

Memilih tetap melangkah


Lembah kelam, mengajari

Akan kuasa dari Sang Pencipta

Ia menolong, mengarahkan

Bagai pelita, menerangi setiap jalan


Sampai akhirnya keluar dari lembah itu

Mulai berlari, untuk sampai pada sebuh bayangan

Gambaran dari harapan yang diperjuangkan


4. Bayang kehidupan

Pada sebuah dinding, terlihat mimpi yang melintas

Dalam sebuah pemikiran, hanya imajinasi semata

Dalam gelap menempuh dengan berani

Dalam sebuah jalan kehidupan


Untuk mencapai bayang kehidupan

Yang diimpikan, dirindukan

Mau mencapainya, namun sangat sulit

Langkah-langkah berani, beerpuisi

Dalam perjalan ini


Walau terluka, walau terkadang takut

Walau lelah, direndung pukulan realita

Berkali-kali tersungkur, berteriak

Oooooo bayang kehidupan, engkau mansih sangat jauh


Lelah rasanya, memilih untuk tetap hidup

Jika ku tak temukan seninya, mungkin

Kehidupan ini, sudah ku tinggalkan sejak lama

Diperlukan langkah kecil untuk ini semua

Sampai akhirnya sebuah senyum terpancar


5. Sampai dengan senyuman

Sampai, namun aku belum sampai

Masih terlihat sangat jauh

Tapi sebuah keyakinan

Untuk mencapai senyuman

Dalam mimpi, ingin tersenyum


Dimana senyuman itu dari hati 

Hari berbahagia

Telah mencapai bayang kehidupan

Walau luka

Walau lelah

Walau kelap tanpa arah terkadang


Namun pada akhirnya sampai

Kalaupun tidak mencapainya

Paling tidak aku sadar bahwa hidupku

Adalah perjuangangku, mari bergembira

Tersenyum, lewati setiap proses yang ada

Selamat menikmati harimu kawan.


Baca Juga:

Sekian puisi yang telah saya tuliskan. Puisi kali ini benar-benar saya tuliskan berdasarkan perjalan hidup saya. Hidup yang memang terkadang membuat saya berteriak kencang dalam hati. Namun bangkit dan terus berjalan adalah keputusan yang tepat.  Salam hangat dari saya Agung Raditia.