Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Cintaku Maafkan Aku | Puisi Sedih

Cintaku Maafkan Aku | Puisi Sedih

Pertemuan yang tapa diperhitungkan

Mata yang tertuju padamu

Senyum itu membuat aku teringat terus menerus

Sampai akhirnya kita bersama, mengawali perjalanan hidup,

Ingatkah kamu ketika berkata padaku kamu rindu


Masa awal kita bertemu, bertemu dan saling jatuh cinta

Tidak maukah kamu mengulang masa itu


Setiap perjalanan akan selalu ada masa

Dimana hantaman untuk kita

Aku manusia lemah tidak berdaya, penuh salah dan takut 


Aku salah karena menyakitimu

Aku salah karena membuat hatimu tersakiti


Aku mohon padamu sayang

Jangan tinggalkan aku


Maukah kamu mengulangi masa itu

Masa cinta bersemi diantara kita

Mari bersama memperbaiki

Buka lagi saling membuang

Aku masih sangat mencintaimu


Anak kita, adalah cinta kita, mari bersama berjuang

Aku mohon padamu karena aku tidak tahu apa jadinya aku tanpamu


Hidupku terasa berat hari ini memikirkanmu yang mengatakan untuk meninggalkan ku

Mati rasa semua tubuhku, sesak napasku

Haruskah kau bersujut dan mencium kakimu

Sehingga aku mendapatkan lagi hatimu

Cintaku aku rindu

Maafkan aku kembalilah ke pelukanku


Aku mau kamu hanya kamu

Mari kita mulai dari awal lagi

Bersama membangun cinta

Agar kita besama melangkah menuju

Kehidupan sampai maut memisahkan.


Huhuhuhuuu, sedikit berimajinasi. Puisi ini saya tulis mempunyai latar belakang cerita seorang lelaki gagah perkasa. Memohon kepada istirnya untuk tidak diceraikan. Intinya sih suami sudah melakukan kesalahan. 

Namun ia dengan berani berlutut didepan istrinya, meminta maaf.

Pasti kamu penasaran emangnya apa kesalahan suaminya? KEPO LUUUUUU (hahahahaha) silahkan berkomentar dan tebak apa kesalahan suaminya.

Saya sebagai penulis puisi cukup menulis dengan imajinasi yaaaaa suaminya ada kesalahanlahh intinya untuk kesalahannya silahkan tentukan sendiri, ya kamu tentukan sendiri. 

Pikiranku sudah mentok weslah.

Sampai bertemu di puisi-puisi serius ada jenakanya ada gilanya (hahahahhaha dahhhhhhh)