Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Puisi sakit Rasa teriris | Sakit

 

Puisi kali ini memang dari pengalaman saya, dan ini adalah ungkapan hati saya ketika saya duduk diperpustakaan menulis, Artikel lain dan saya terus menahan rasa sakit ini. Akhirnya saya tidak tahan dari pada saya berteriak di perpus kampus, mending saya menuliskan puisi ini.

Tanpa Banyak Bla-Bla. Bacalah dan resapi!


Sakit Terasa Diiris

Rasa diiris, ingin rasanya berteriak

Berteriak kencang, apa ini?

Malam tadi bahkan aku tidak fokus

Sungguh menyiksa, ahhhhhhhh


Diam tetap memberi rasa sakit

Bergerak tubuh lemas

Napas sesak

Sakit ini sungguh menyiksa


Ku harap kau yang membaca puisi ini

Bisa paham dan tidak mengulangi kesalahanku

Sudah tahu, sambel sotonya agak bau atau mau basi

Tetap aku makan, yaaaa, sakit bukan sakit hati karena putus cinta


Ini sakit perut, diare, berkali-kali ke WC

Yaa, aku ingin beriak

Sakit, perutku seperti diremas

Tapi aku tetap beraktifitas dengan tubuh lemas


Yaaa, mungkin pulang dari kuliah ini

Aku ke apotik dan membeli obat diare

Selamat menghayati puisiku

Puisi aneh, yang saat aku menulisnya

Aku sangat gembira, meskipun perutku sakit

Ku harap kau yang membaca puisi ini sehat selalu

Dan menikmati harimu

Yaaa itulah puisi yang sangat aneh dan amatir karena saya sedang duduk diperpus saat saya menulis puisi ini. Rasa sakit, belum lagi yang ingin keluar dari perut ini dan ini tanpa henti kawan. 

Pelajaran dari puisi ini jangan makan makanan yang sudah mau basi nanti diare. 

Okeee nantikan puisi selanjutnya yang lebih memberikan edukasi bagimu. DAHHHHHHH.


Posting Komentar untuk " Puisi sakit Rasa teriris | Sakit "