Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Puisi Kenangan | Kampungku

Kampungku

Kampung pinggiran sungai Lawa

Yang mempunyai banyak cerita

Teringat ketika zaman ngosek lampit (membersihkan rotan untuk menjadi kerajinan)

Ramai-ramai menampung 

Sebuah kebersamaan


Saling sapa mengangkat gulungan rotan

 Ini sekitar 2004, masa dimana orang kampung

Masih kejamban, setiap sore sungai ramai

Dipenuhi anak-anak dan orang tua


Mandi bersama seakan waktu itu

Puncak dari kebersamaan orang kampung

Kampung suakong memberikan kesan yang ramah

Masa kecil disana meski berpindah-pindah

Memberi rasa nyaman


Namun sekaran, mungkin kebersaan tetap terjaga

Namun aliran sungai ditinggalkan

Yang ku rindukan dari sana ketika SMP sungai Keta

Ku harap anak muda disana tetap menjaga budaya

Bahasa Bentian, meskipun bahasa Indonesia dan luar penting


Namun mari kita jangan lupakan

Kenangan indah ketika dikampung halaman

Dimana lengan baju menjadi

Tempat menumpuknya ingus yang hijau pekat


Tetap terseyum ramah berlarian di lapangan

Ramai di rasa meski hutan sekeliling

Pagi hari disambut suara ayam jago

Dan Wak Wak yang berbunyi dengan indah

Mungkin inilah luapan kerinduan pada kampung tercinta

Kuharap kita tak lupa untuk pulang 

Dan terus menjaga keramahan


Posting Komentar untuk " Puisi Kenangan | Kampungku"