Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kumpulan Puisi Inspirasi | Menggugah Semangat Pagi

Menggugah Semangat Pagi

1. AKU YANG MELANGKAH

Waktu, waktu terus berlalu

Bukan waktu itu, bukan waktu mendatang

Langkah kecilku, sekarang

Kemalasan mungkin memberi kenyamanan

Tapi ia musuh utama yang sudah ada dalam diri


Aku hidup di zaman, dimana kehidupan 

Tanpa Langkah dapat makanan

Mungkin inilah perjuangan sesungguhnya

Bukan Kenyamanan sesaat, karena itu

Sebenarnya kematian


Membunuh secara perlahan 

Hingga akhirnya tersadar

Bahwa akulanh yang harus membunuhnya

Senjata terbaikku bukan makian 

Maupun penyesalan atau kesakitan


Senjataku, langkah kecil 

Langkah yang diperkuat tanpa ada kata menyerah

Meskipun sedikit hasilku

Terpenting adalah kecilnya langkahku 


Membuhuh kemalasan dalam diri

Secara perlahan melatih diri

Menusuk-nusuk godaan yang datang

Langkah itu tajam bukan sembarang senjata

Dia adalah pisau tajam yang terus diasah


2. Hari Aku Hidup Uap Yang Lenyap

Uap sekarang ada, sebentar tidak ada

Dia datang dan pergi

Waktu ini, berlalu tumbuh dewasa 

Tanpa ada rencana

Datang tanpa ijin, memberikan kehidupan berbeda

Ketika aku membuka mata

Inilah aku, hidup


Aku bertanya dalam diriku 

Lalu apa?

Banyak pribadi datang dan pergi

Aku tetap ,merasa hidup dalam tubuh ini

Memang aku tetap dalam tubuh ini

Di tempat yang berbeda mungkin


Bila ku sadar hidupku adalah uap

Tanpa arti bila dijalani

Hidup, melangkah, dan mati

Apa yang harus ku temukan?

Adakah kamu yang diluar sana?

 Tahu untuk apa, uap itu ada?

 Jika ia hanya untuk hilang dalam sekejap


Maka lihat diriku, bukankah aku akan tua

Lihat diriku sampai aku, hidup sekedar hidup

Mengikuti pemikiran yang bahkan seringkali membohongiku

Maka sekarang makna hidup itu apa?

Jika uap yang ada lalu lenyap menjadi awan bagi kehidupan semesta

Bukankah aku dapat lebih berarti dalam hidup dari pada uap?


3. Tujuan Bukanlah Hidup Sekarang Inilah Hidup

Maka terlihat disekeliling 

Banyak yang tidak menikmati hidupnya

Kesibukan yang berakar dari tujuan 

Telah menjadi identitas

Maka kekosongan akan dialami

Dia, kekayaan yang menawarkan kepuasan palsu


Bukankah identitasmu 

Waktu sekarang, harus kamu nikmati

Jika tujuan hidup maknamu

Pengejaran akan tujuan kesuksesan itu tidak akan habis

Maka untuk apa itu semua

Hanya frustasi yang ia tawarkan sebenarnya

Bahagia sementara, kenikmatan paslu


Membawamu untuk terus membayar harga

Harga yang mahal, waktumu ia ambil tanpa ampun bahkan belaskasih

Sekarang, hari ini, jauh lebih penting 

Diamlah sejenak, ada keluargamu adalah cinta sejatimu

Tujuanmu memberikanmu sedikit kebahagiaan

Tetapi waktu sekarang tanpa tekanann, itulah kabahagiaan sejati 


Melangkah dengan penuh kepuasan 

Bukan untuk tujuan tetapi menikmati waktu sekarang

Untuk hidup yang lebih berharga

Menjadi diri sendiri, untuk orang lain

Bukan menjadi diri sendiri, untuk kehidupan sendiri

Yang berujung frustasi


4. Mata yang Terjaga Pikiran Berbincang

Sepanjang hari aku terdiam

Mata yang terbuka, entah apa yang ada dalam pikiran

Seperti berbicara satu sama lain

Mambawaku kedunia lain, hidup penuh imajinasi


Aku rasa hanya aku 

Tapi entah kenapa begitu ramai suara-suara

Di kepalaku mereka saling berdiskusi

Sampai kepada pembahasan yang bahkan aku tidak mengerti


Maka kutahu keramaian bukan tempat yang cocok bagiku

Sunyi sepi adalah keramaian itu

Bukan berarti aku tidak bisa bergaul, aku bisa

Tapi setiap pergaulan yang hanya sebatas pembicaraan basi aku tidak suka

Kedalaman perteman itu sukaku


Diskusi-diskusi seperti yang mereka lakukan di otakku

Mendengarkanmu akan ku lakukan

Aku dalam sepi sudah terbiasa mendengarkan

Karena semakin aku dalam sepi

Semakin asik setiap pembahasan yang ada di kepalaku


5. Belajar Melelahkan TIdak Belajar Menjadi Kualahan

Bukan tanpa alasan adanya sekolahan

Tapi sayangnya banyak yang bersekolah

Namun tidak berpendidikan

Banyak yang pandai 

Namun tanpa perasaan, hati tumpul menjadi kebanggaan


Kekuatan palsu adalah tulisan

Menunjukan formalitas, bahwa pernah duduk dibangku sekolahan

Namun menjadi pertanyaan, apakah berpikir?

Bukan tanpa alasan sebuah tulisan ada

Ia seperti batu asah untuk sebuah pedang

Buku dan tulisan adalah batu asah untuk pemikiran yang gemilang


Bukan bersekolah yang utama

Berpendidikan tidak harus sekolah

Namun akan jauh lebih baik jika berpendidikan 

Disertai keformalitasan

Maka keduanya tidak bisa dipisahkan

Bila berpisah maka pilihlah untuk berpendidikan


Berpendidikan adalah prtoses

Belajar seumur hidup

Mengambil pemikiran orang lain

Bila itu realistis maka asahlah kepalamu

Dengan pemikiran itu


Bila itu kepalsuan dari asahan

Dan nikmatilah kehidupan 

Berjalan dalam terangnya ilmu pengetahuan, pemikiran yang gemilang

Dengan Pendidikan, pengetahuan oleh pembelajaran

Posting Komentar untuk "Kumpulan Puisi Inspirasi | Menggugah Semangat Pagi"