Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Puisi Sedih | Hati yang terpenjara

Hati yang terpenjara

Aku bernapas numun sumberku rasanya terus terkurung

Aku melangkah namun tak jauh

Mengapa begitu sulit melepaskan melupakan?

Aku rasa mau mati namun tak dapat

Banyak yang datang namun ku tetap sepi


Ini cinta atau kebodohan atau malah perbudakan

Dia datang lalu pergi

Dia memberi harapan lalu melupakan

Mungkin aku terlalu berharap

Tiba-tiba aku tersadar ini bukan cinta tetapi penjara


Aku terpenjara masalalu padahal waktu terus berlalu

Aku tahu sekarang kalau aku mempuyai hak untuk menjaga hatiku

Bukannya berhanti berharap dan menutup hati


Melalui kejadian ini aku lebih tahu bahwa kedepan

Mereka yang datang akan selalu menyakiti

Aku siap untuk itu dan terus mengasihi

Aku bebas dari penjara


Posting Komentar untuk " Puisi Sedih | Hati yang terpenjara"