Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Inspirasi Memaknai Kehidupan 3 | Hidup bagi orang lain adalah kebahagiaan sejati

Hidup Bagi Orang Lain Adalah Kebahagiaan Sejati

Bahagia Berarti Orang Di Sekitar Kita Bahagia

Pada bagian satu saya menuliskan makna kehidupan adalah proses, pada bagian dua adalah latihan, dan kedua makna kehidupan itu, bila kita lakukan untuk diri kita sendiri. Maka kehidupan yang bermakna akan pudar, kita akan merasa kesepian, kosong, dan selalu merasa ada yang kurang dalam hidup kita. 

Maka untuk kepenuhan kehidupan ini, kita akan belajar bahwa setiap proses dan latihan yang kita lakukan pada ujungnya haruslah untuk menolong kehidupan orang lain.

Hidup bagi orang lain, melayani orang lain. Ketika saya membaca biografi dari presiden pertama kita, Pak Sukarno, dimulai dari pemikiran untuk hidup tidak bagi diri sendiri. Salah satu cerita tragis, Bliau pernah menjadi arsitek untuk mendirikan sebuah penjara, pada masa itu kolonial Belanda berkuasa di Indonesia. 

Sungguh miris penjara yang Beliau dirikan adalah penjara yang untuk memenjarakannya. Itu semua dimulai dari tidak hidup bagi diri sendir, Pak Sukarno memberikan dirinya bukan untuk mencari uang, ia berlatih dan berproses menjadi seorang pemikir, pejuang dan, semuanya untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. 

Maka lihat diri kita masing-masing sudahkan hidup kita bermakna, sudahkah kita menikmati setiap proses, sudahkah kita melatih diri, sehingga kehidupan kita selalu berguna bagi orang lain. Ketika kita bertanya pada anak-anak muda yang sedang menumpuh Pendidikan, atau anak-anak yang rajin, pekerja kerasa, dan tidak bermalas-malasan.

Selalu saja mereka menjawab apapun yang mereka lakukan untuk membahagiakan orang tua dan keluarga. Bahkan saya selalu berpikir demikian. Ada hal penting dari setiap jawaban yang kita jawab bila ditanyakan, apa cita-cita kita? Apa tujuan kita? Dan setiap jawaban secara sadar atau tidak selalu berpusat pada kebahagiaan orang terdekat kita.

Kebutuhan manusia, kita kembali ke diri kita. Pada dasarnya kita adalah mahluk sosial, artinya akan sangat bangga diri kita dan sangat diri kita butuhkan bagi kebahagiaan kita, jika kita mampu membawa kebahagiaan bagi orang lain, menjadikan diri kita penolong setiap persoalan orang lain, menjadikan diri kita membentuk pribadi, melatih pribadi lain sesuai keahlian mereka, menjadikan orang lain bermakna karena kehadiran kita kita. Inilah puncak dari kebahagiaan kehidupan.

Maka sekarang pekiranmu adalah milikmu kebutusan ada pada dirimu, apakah kamu ingin hidupmu bemakna, maka hiduplah bagi orang lain, arahkan pekiranmu untuk kecukupan bagi orang lain. Tetapi jika kamu berpikir bahwa hidupmu masih penuh kekurangan dan dengan begitu menjadi alasan terbaik untuk tidak hidup bagi orang lain, saya persilahkan. 

Selamat Anda akan terus hidup dalam kekurangan, dan rasa hampa karena satu kebutuhan hidup Anda terabaikan, kebutuhan hidup untuk hidup bagi orang lain.

Jika Anda masih berpikir untuk hidup bagi orang lain akan menguluarkan banyak hal dari diri Anda, itu salah. Justru kehidupan yang melayani, memaknai hidup bagi orang lain, membuat orang lain bermakna, cara tebaik mengisi kekosongan jiwa. 

Untuk hidup puas dan berharga berelasi secara. Putuskan ingin hidup kosong hidup bagi diri sendiri atau ingin hidup penuh hidup bagi orang lain.

    Selamat menikmati hari, hati yang gembira adalah obat, semangat yang patah mengeringkan tulang.