Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Inspirasi | Hidup Dalam Realita Berhenti Memikirkan Masa Lalu Dan Tujuan Hidup Dan Bercita-cita

Hidup Dalam Realita

Cita-cita adalah hal yang baik. Tujuan hidup adalah motivasi. Masa lalu adalah guru paling bijak. Maka ketiganya bila digabungkan dan direspon dengan benar akan menjadi penggerak untuk suatu kehidupan yang penuh makna. Tunggu dulu mungkin kalian bertanya mengapa judulnya bertuliskan, “Berhenti” jika ketiganya adalah bahan bakar yang baik dan murni.

Ya, saya sedang menuntun Anda untuk berpikir lebih dalam lagi tentang ketiga hal ini. Tahukah Anda kalau masa lalu, tujuan, dan cita-cita adalah tiga hal yang juga berbahaya. Begini sebelum saya masuk ke inti kenapa itu berbahaya. Mari kita berpikir tentang bahan bakar, bensin oke ada di depan Anda. Lalu Anda menyiramkannya ke rumah yang Anda tepat saat ini juga, ayo siram!. Ya Anda sedang memegang korek api lalu Anda menyalakan korek itu dan melemparkanya ke rumah yang sudah Anda siram dengan bahan bakar besin itu.

Pertanyaan saya, apa yang akan terjadi? Habis lenyap dan terbakar Anda bahkan tidak mampu memadamkannya. Ya inilah gambaran diri kita bila kita salah menggunakan bahan bakar. Api adalah amarah, ketidaksabaran, tidak mau berjuang, malas, tidak berani mengambil resiko, pengucut, dan itu Anda. Rumah adalah realita, saat ini waktu sekarang, dan di mana Anda sekarang berada itu adalah rumah. Sadar atau tidak kita begitu sering membakar rumah kita saat ini dengan masa lalu, tujuan hidup, dan cita-cita.

Kita hidup di masa dimana kita tidak ada di sana. Ini sungguh tragis mimpi yang berlebihan. Tanpa makna hidup mempertahankan ego Anda sehingga Anda tidak menikmati rumah Anda atau waktu sekarang Anda sedang berdiri. Padahal yang paling penting selain harapan adalah langkah Anda yang sekarang. Itu yang penting.

Sekarang Anda mnegerti maksud saya berhenti, hidup di masa lalu, behenti berpmimpi, dan berhenti bercita-cita. Bila Anda belum bisa mengeksekusinya menjadikan ketiganya bahan bakar. Pikirkanlah sekarang apa yang harus Anda buat, yang terpenting itu sekarang, waktu ini. Apa yang sedang Anda kerjakan.

Kawan hidup ini latihan. Tidak akan bisa sendirinya terjadi suatu kebiasaan baik tanpa adanya latihan untuk terbiasa. Bahkan kebiasaan buruk pun sebuah latihan tetapi sayangnya kita sering tidak sadar akan hal itu lalu kita terbiasa akan hal itu. Sekarang kawan latihlah dirimu bila kamu terjebak pada pola kehidupan yang hanya terjebak diwaktu yang kamu tidak ada disana.

Dalam ilustrasi rumah yang terbakar mungkin Anda tidak bisa dengan mudahnya membangun kembali rumah Anda itu. Tapi bila Anda sadari sekarang, rumah Anda dengan cepat bisa ditempati setelah hari kemarin Anda membakarnya. Ya Anda mempuyai keputusan untuk tidak membakar realita hari ini. Melainkan membusungkan dada Anda lalu bergeraklah oleh karena guru bijak Anda. Teruslah semangat karena tujuan Anda yang pasti. Dan jadikan cita-citamu realita untuk kamu nikmati kawan.

Ya, nikmati hari ini untuk tujuan yang kamu cita-citakan hari depan untuk kamu nikmati lagi. Kalahkan apimu yang salah itu. Dia hanya membakar realitamu, dia hanya kepalsuan. Terpenting dari setiap perjuanganmu jangan lupa muliakan TUHAN.

Oke, semoga bermanfaat selamat menikmati hari. Hati yang gembira adalah obat, semangat yang patah mengeringkan tulangmu kawan.