Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Cerpen | Ikan Yang Melompat

 

Ikan Yang Melompat

Pada musim semi, dimana-mana bunga bermekaran. Suara kicau burung di pagi hari menyambut seorang ayah pekerja kantoran yang baru terbangun dari tidurnya. 

Roni mempuyai keluarga kecil, ia mempuyai seorang anak perempuan yang akan berulang tahun yang ke 6 tahun. 

Roni sangat menyayangi anaknya, karena di hari ulang tahun anaknya. Maka Roni menawarkan Jenisa sebuah hadiah, dan bebas apa yang ingin Jenisa minta. “Ayah aku sangat menginginkan ikan hias untuk dipeihara dalam toples yang dapat aku bawa kemana-mana.”

Roni membawa anaknya ke toko ikan hias, sampai akhirnya anaknya membeli ikan kecil yang berwarna biru kekuningan. Anaknya sangat bersemangat untuk segera bermain dengan ikan tersebut. Tidak tahu seperti anak anak Roni mengajak ikan bermain. 

Sampai suatu Ketika Roni dan anaknya pergi bermain ke kolam renang, Jenisa tidak meningalkan ikannya ia membawa ikan itu dalam wadah toples yang tidak di titup dan menaruh toples tersebut di pinggir kolam.

Ketika Roni dan anaknya asik bermain, Roni mengarahkan pandangannya kea arah toples yang berisi ikan jenisa anaknya. Lalu ia melihat ikat tersebut memandang dengan penuh keyakinan kearah kolam, munkin ikan itu sedang berpikir. Bahwa suatu hal yang sangat menyenangkan, jika ia dapat bebas dari wadah sempit tempat ia hidup sekarang lalu, pikir Roni sambil memandang ikan tersebut. 

Tapi jika ia melompat ke kolam, tentu kolam tersebut bukanlah tempat yang aman baginya karena berbagai bahan kimia yang ada di kolam terebut. Meskupun kolam terlihat indah dan luas dibandingkan toples sempit yang membuat ia tidak secara bebas mengibaskan ekornya. Tetapi kolam tersebut menyimpan berbagai racun, dapat dengan segera membunuhnya. 

Benar saja ikan Jenisa sudah mengambil posisi untuk segera keluar dari toples tanpa tutup tersebut, maka, Roni sadar bahwa ikan hias itu telah masuk kolam. Dengan segera ia mencari dan berusaha menangkap ikan di dalam kolam cukup luas itu.

Tidak menunggu lama, ikan itu mengapung dengan posisi perut ke atas, ia sudah keracunan air kolam itu. Dan mati, Jenisa bersedih dan meminta ikan yang baru. Keesokan harinya Roni dan Jenisa datang lagi ke toko ikan hias tersebut untuk mengganti ikan yang telah keluar dari wadah kecil yang tetap untuknya.

 Ikan itu menginginkan kebebasan, kebebasan yang indah dan luas. Sungguh miris kebebasan yang ia dapatkan adalah kebebasan palsu. Justru merenggut nyawanya.

Dari cerita ini kita dapat belajar begitu banyak kebebasan palsu di luar sana yang ditawarkan kepada kita. Dan sering dimana kita berada saat ini membuat kita mengingikan kebebasan. Tetapi tanpa kita sadari seringkali kebebasan dan keindahan itu justru palsu dan sangat mudah merenggut apa yang kita miliki sampai kita tidak mempuyai apa-apa lagi. Bahkan kebebasan itu dengan mudah membunuh kita.



Posting Komentar untuk "Cerpen | Ikan Yang Melompat"