Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Motivasi | Bagi kamu yang masih santai-santai saja


Motivasi Bagi Yang santai dan malas-malas

Apakah kamu sadar kalau kamu bertambah tua. Kalau kamu tidak sadar pantas saja kamu tidak ada perkembangan. Mungkin aku terlihat kasar, dalam tulisanku ini. Tetapi kamu harus tahu, aku menulis narasi ini karena aku mengasihimu.

Janganlah membiarkan matamu tidur, dan kelopak matamu mengantuk; lepaskanlah dirimu seperti kijang dari pada tangkapan, seperti burung dari pada tangan pemikat. 

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas,  dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. 

Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring "maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata

Lawanlah kemalasanmu, mau sampai kapan kamu berbaring? Terpenjara dalam kemalasan. Kamu punya pilihan, kamu mempuyai hak untuk melawan dirimu yang malas itu. Dan berpikirlah bahwa kamu mempuyai kebebasan untuk tidak malas dan melakukan hal-hal bermanfaat bagi masa depanmu.

Sadarilah bahwa kemalasanmu itu memperbudakmu, dia akan membuat kamu terbiasa oleh perbudakan. Kemalasanmu sebagai tuanmu dan kamu hamba yang lebih rendah dari binatang, hamba dari kemalasanmu sendiri. 

Dia akan memperbudakmu sampai ajal menjembut. Karena kamu tidak manyatakan perang terhadapnya. Kamu lebih suka memanjakan tuanmu itu yang sedang membodohimu.

Maka sekarang nyatakan perang terhadapnya, bangkitlah, dan ingat umurmu terus bertambah. Lalu apakah ada yang sudah kamu hasilkan dalam hidupmu dan itu bermakna. Ayolah kawanku jangan tarbaring terus lawan malasmu kamu pasti bisa. 

Jauhkan hpmu darimu untuk sementara. Aku mau kamu berhasil aku tidak mau kawan kamu sadar bahwa kamu sedang dibodohi ketika kamu sudah tua nanti. 
Sesali segalanya selagi kamu masih ada waktu, kamu belum selesai teruslah berjuang dan bangkit lawan kemalasan.

Dorong terus dirimu kamu bisa, kamu bisa. Pikirkanlah apa yang bermanfaat bagi masa sekarang untuk hidup tanpa diperbudak oleh kemalasan. Cara paling bodoh menikmati hidup adalah bermalas-malasan.

Kawan sebenarnya kita sama, aku juga masih sangat besar kecendrunganku untuk bermalas-malasan, aku sadari kawan, kemalasan yang seperti rumput ditaman bunga yang indah. Dia tanpa dirawar dan dikasihi akan secara alami tumbuh dalam diri kita. 

Begitulah kemalasan dia akan selalu tumbuh dalam taman hidup kita, maka sekarang adalah keputusan kita untuk mencabut rumput kemalasan itu dan menanam bunga yang indah dalam diri kita yaitu kebarhasilan yang bermanfaat bagi orang banyak dimulai dari sekarang kawan. 

Teruslah cabut rumput itu, meskipun dia kecil dan lemah dia akan sangat mudah membunuhmu dan memperbudakmu.

Terimakasih sudah membaca, saya berdoa agar kamu mampu mengalahkan malasmu. Bagi kamu yang masih santai-santai saja, semuanya belum selesai.

Selamat menikmati hari ini kawan. Saat kamu menikmati hari ini kamu pasti bergembiran dan hati yang gembira adalah obat tetapi semangat yang patah mengeringkan tulangmu.